Bali Megarupa Jadi Agenda Pameran Tahunan

Sabtu, 09 November 2019 : 16:00
SAMBUTAN GUBERNUR BALI

Om Swastiastu,

Pemerintah Provinsi Bali menyambut baik dan mendukung prakarsa Dinas Kebudayaan menggelar “Bali Megarupa” yang menghadirkan karya para seniman dengan ragam seni rupa modern hingga kontemporer yang layak diapresiasi seluruh lapisan masyarakat.

Pameran ini semakin mengukuhkan Bali sebagai pusat seni budaya rintisan para pendahulu yang melakukan aktivitas kesenian sebagai kegiatan adat dan agama yang kini berkembang mewarnai relung kehidupan masyarakat Bali.

Seni rupa yang telah menjadi bagian dari aktivitas keseharian tersebut perlu mendapatkan ruang yang lebih luas dan infrastruktur yang memadai.

Saya berharap acara ini mampu mengawali niat baik pemerintah untuk menyediakan sarana dan prasarana untuk sebuah kegiatan yang diharapkan menjadi embrio pameran besar seni rupa dalam skala besar sesuai dengan harapan yang disematkan pada nama “Bali Megarupa”.

Kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan dan program Pemprov Bali dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Pulau Dewata beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai prinsip Trisakti Bung Karno yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Visi tersebut dimaksudkan untuk menuju Bali Era Baru dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama yakni alam, krama, dan kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana yang berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi.

Untuk mewujudkannya ditandai dengan tatanan kehidupan baru, Bali yang kawista, Bali kang tata-titi tentram kerta raharja, gemah ripah lohjinawi, yakni tatanan kehidupan holistik yang meliputi tiga dimensi utama, yakni, pertama, bisa menjaga keseimbangan alam, krama dan kebudayaan Bali, genuine Bali.

Kedua, memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan.

Ketiga, manajemen risiko yakni memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi munculnya masalah dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional dan global yang berdampak secara positif maupun negatif terhadap masa yang akan datang.

Pemprov Bali telah membuat kebijakan dan program pembangunan yang siap diimplementasikan di antaranya dalam bidang pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, jaminan sosial, ketenagakerjaan, adat, agama, tradisi, seni, budaya, serta pariwisata.

Ke depan pameran “Bali Megarupa” akan menjadi bagian agenda tahunan Festival Seni Bali Jani, meskipun kedua peristiwa tersebut pada 2019 ini sudah dirintis dan diselenggarakan pada bulan yang sama.

Karena, bagaimana pun potensi seni rupa Bali begitu luar biasa, sehingga perlu wadah kegiatan yang tepat dan memadai. Saya optimistis dengan potensi yang ada, seni rupa di Bali mampu melahirkan karya berkualitas, unggul, dan mendunia.

Om, Shanti Shanti Shanti, Om

Denpasar, Oktober 2019

Dr. Ir. Wayan Koster, M.M.


SAMBUTAN KEPALA DINAS KEBUDAYAAN PROVINSI BALI

Om Swastiastu,

Pameran “Bali Megarupa” merupakan salah satu program kami untuk menerjemahkan visi pemajuan bidang kebudayaan –khusunya seni rupa– dalam kerangka pola pembangunan semesta berencana Provinsi Bali (Nangun Sat Kerthi Loka Bali).

Kegiatan ini sebenarnya juga menjadi harapan para seniman yang telah lama memimpikan Bali memiliki kegiatan pameran seni rupa dalam skala besar yang mendorong lahirnya karya bermutu, original, unggul, dan berkarakter serta menjadi ajang edukasi dan apresiasi bagi publik.

Pameran perdana ini merupakan sebuah pembacaan awal dinamika seni rupa Bali dari tradisi hingga kontemporer menuju “Bali Megarupa” sebagai agenda tahunan yang memanggungkan seni rupa lintas batas, multimedia, dengan ragam capaian ekspresi pribadi maupun komunal.

Ke depan tata kelola dan fasilitas pameran akan semakin diperkuat sehingga mampu mengkomodasi seluruh potensi seni rupa seraya melakukan sinergi dengan berbagai komunitas dan jejaring baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Bali Bapak Wayan Koster yang memberikan perhatian besar bukan hanya kepada kegiatan seni tradisi, tetapi juga bagi seni modern dan kontemporer dengan menyediakan ruang seluas-luasnya untuk berkreativitas.

Kami juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama Museum Puri Lukisan, Musem Seni Neka, Museum ARMA, Bentara Budaya Bali, tim kurator, tim kreatif, para perupa, serta berbagai pihak yang berpartisipasi dalam acara ini.

Om, Shanti Shanti Shanti, Om

Denpasar, Oktober 2019

Dr. I Wayan Kun Adnyana, S.Sn., M.Sn.
Share this Article