Pemprov Bali Fasilitasi Bali Megarupa

Sabtu, 09 November 2019 : 07:17
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Wayan Kun Adnyana diwawancarai sejumlah jurnalis.

DENPASAR, Kanalbali - Seiring berjalannya waktu, dunia seni di Bali terus menghadapi berbagai tantangan yang harus diselesaikan. Salah satu yang paling disorot, adalah terabaikannya cabang ini bila  dibandingkan dengan kesenian yang lain.

"Pameran Bali Megarupa menjadi harapan para Seniman yang telah lama memimpikan Bali memiliki kegiatan pameran seni rupa dalam skala besar yang mendorong lahirnya karya bermutu, original, unggul dan berkarakter serta menjadi ajang edukasi dan apresiasi bagi publik," ungkap Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Wayan Adnyana, Jumat (18/10/2019).

Menurut Adnyana, dunia seni rupa di Bali sebenarnya pernah memiliki tempat tersendiri di sekitar tahun 1980an. Pada saat itu, pameran atau ajang seni rupa Bali dipandang punya pengaruh besar di skala nasional ataupun internasional.  "Pada saat itu banyak sekali pelaku seni rupa yang luar biasa lahir dari Bali ataupun dari luar Bali, para seninam seni rupa itu belum merasa puas kalau belum menampilkan karyanya di Bali," jelasnya.

Namun, aura seni rupa yang pada tahun itu sangat diangungkan, mulai kehilangan magisnya pada akhir tahun 1990an. "Salah satu faktornya pada saat itu karena tidak ada dorongan dari pemerintah untuk kembali menggelar event-event seni rupa. Jadi wilayah-wilayah seperti Jogjakarta, Bandung bisa mengambil tempat pagelaran seni rupa menggantikan Bali," paparnya.

Untuk membangkitkan kembali gairah seni rupa di Bali, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali akan menggelar pameran Bali Mega rupa untuk membangun ruang sinergi, interaksi, dan kolaborasi yang mengakomodasi seluruh potensi seni rupa yang berkembang.

"Jadi dinas kebudayaan Provinsi Bali mengajak semua pihak untuk mendukung kegiatan Bali Megarupa ini, karena dengan event inilah para perupa baik senior ataupun junior bisa mendapat ruang untuk menunjukkan hasil karyanya," tutur Adnyana.

Pameran akan diikuti 103 seniman lintas rupa dari seluruh Bali, dan akan berlangsung di empat tempat yakni Museum Puri Lukisan, Museum Seni Neka, Museum ARMA, dan Bentara Budaya Bali. Pameran akan berlangsung 22 Oktober sampai 9 November 2019.

'Tanah, Air, dan Ibu' menjadi tema utama yang akan diangkat pada gelaran pameran Bali Megarupa. Tema tersebut ingin mempertemukan berbagai pemikiran dan kehendak untuk menjadikan pameran perdana ini  menjadi rentang jalan menuju perhelatan ideal ‘Bali Megarupa’ yang kelak dapat digelar secara berkala setiap tahun.

"Dari tema tersebut diperinci dengan empat pendekatan dalam upaya menggambarkan dinamika seni rupa Bali dari tradisi hingga kontemporer yakni Hulu, Arus, Campuhan, dan Muara," imbuh Adnyana. (kanalbali/KR14)

Sumber tulisan: https://kumparan.com/kanalbali/pemprov-bali-fasilitasi-pameran-senirupa-bali-megarupa-1s4yJZ3QemM
Share this Article